my Feet still in the Ground

February 26th, 2006

Sukaku kepadanya, sangatlah egois..
Aku tak peduli akan lingkungan..

Yang ada hanya aku & dia..

Sayangku kepadanya, sangatlah menyakitkan..

Ketika semua tembok merintangi..

Rantai besi menghalangi jalanku..

Dan dia tetap mengembok pintu hatinya

Cintaku kepadanya, sampai disini saja…
T’lah ku putuskan, untuk menarik garis kasih…

Ingin rasanya melewati semua ini…

Tapi tak bisa…

Meski tak bisa melewatinya…

Aku ingin tetap melewatinya…

Begitu terus, Kang…

ternyata kamu ga seSayang itu sama aku…

February 17th, 2006

[the title is inspired by dialog in Alexandria Movie]


kalo kamu tau..
hati ini seperti diperas langsung dari tempatnya
ketika aku lihat..
aku rasa..
dan aku tau, ini terlalu dalam
dan aku tau, itu tak boleh terjadi

kalo kamu tau..
hati ini seakan disayat ditempat yang terdalam
ketika tersadar airmata yang tidak terlihat jatuh dipipiku
dan aku kecewa..

ternyata,
kamu ga sesayang itu sama aku..
kamu ga mau memperjuangkan perasaan kamu..
Bagi kamu,
Aku tak pernah ada,
Hanya..
Selingan diwaktu senggangmu,
Disaat..
Kamu belum bisa memilih,
Kamu pengecut!

Selamat Datang Kembali di Batavia, teman!

February 1st, 2006

teman,
senang dengar berita kau kan kembali
Batavia tentu kangen akanmu
Merah putih bangga menerima kedatanganmu
Ibumu, keluargamu pun begitu
akhirnya kita bisa lepas semua rindu
kami menunggu semua celoteh tentang negara hitler mu
dan kami kan menunggu cindera mata darimu

teman,
Selamat datang kembali di Batavia
Selamat datang lagi ke kota sesak
dimana kau dilahirkan dan menghabiskan masa kecilmu
dimana macet dan debu menjadi makanan sehari-hari
tapi disanalah dia tetap berdiri dengan angkuhnya
sama seperti yang telah kau tinggalkan selama 3 tahun lalu

Selamat datang kembali Sobat di Indonesia tercinta