my Feet still in the Ground
February 26th, 2006
Sukaku kepadanya, sangatlah egois..
Aku tak peduli akan lingkungan..
Yang ada hanya aku & dia..
Sayangku kepadanya, sangatlah menyakitkan..
Ketika semua tembok merintangi..
Rantai besi menghalangi jalanku..
Dan dia tetap mengembok pintu hatinya
Cintaku kepadanya, sampai disini saja…
T’lah ku putuskan, untuk menarik garis kasih…
Ingin rasanya melewati semua ini…
Tapi tak bisa…
Meski tak bisa melewatinya…
Aku ingin tetap melewatinya…
Begitu terus, Kang…
2 Responses to “my Feet still in the Ground”
Leave a Reply
well… i hope you do the right thing, honey…. and i hope i can do the right thing too…(paan seh…??!! pusing..)
sering kali memang kita tidak mengerti apa-apa soal cinta, karena pasti berbeda makna dan rasanya disetiap waktu, tempat, kondisi, dan kesempatan yg berbeda…
menyentuh jg puisinya..teachkadang suck jg menunggu di perempatan jalan dan dia cm bs menunggu…trs menunggu ditikungan kanan, pdhl loe tdk mengisyaratkan utk belok kearah itu yg terlihat cm lurus a/ kiri