Confession Part 2

August 30th, 2006

Perpisahan memang berat
dan tetap membuat hati sedih dan kecewa
walo pun bagi yang membuat keputusan final itu..

bodohnya..

ketika emosi sudah bermain, pikiran kita seakan mengalah

padahal ikatan ini menyangkut ke semua orang

ke keluarga

ke teman
ke lingkungan

ke Tuhan
yang ku yakin banyak sekali yang menyangkan atau malah tertawa dibelakang

Kalau kau bertanya, Apa yang membuat kami berpisah?
aku pun bingung…
setau ku si "keadaan"
tapi apakah benar "keadaan" biang keroknya?
ternyata banyak hal lainnya yang membuat hubungan ini tidak berhasil
dan untuk itu hanya aku, dirinya, Allah dan 2 malaikat penjaga kami masing2 yang tau

Kalau ditanya, Kenapa kami tak kembali bersama?
Banyak hal yang telah terjadi disaat masa pencarian diri lalu. Mungkin
kestatisan, traumatis tak bisa ditolerir lagi. Jika kau bertanya, Apakah tak mungkin kami kembali? Dia
selalu memintaku tetapi jika memang berjodoh tanpa dia memaksa pun kami
pasti kembali karena restu keluarga pun sudah ditangan.
Kalau kau bertanya, Apakah diriku masih mencintainya?
kan ku jawab,
"Dia pernah menjadi bagian hidupku selama hampir 1 dasawarsa ini,
apakah kau pikir aku kan secepat
kilat melupakannya? Aku masih sayang padanya dan kan tetap mencintai
kenangan bersamanya tetapi cinta tidak harus memiliki bukan?

Jadi biarkanlah seperti ini………"

Memories, light the corners of my mind

Misty watercolor memories of the way we were.


Scattered pictures of the smiles we left behind


smiles we give to one another


for the way we were.


Can it be that it was all so simple then


or has time rewritten every line?


If we had the chance to do it all again


tell me would we?  Could we?


Memories, may be beautiful and yet


what’s too painful to remember


we simply choose to forget


So it’s the laughter we will remember


whenever we remember


the way we were

(Barbara Streisand)




Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind