Kesempatan dan Pilihan

September 11th, 2006

Ketika kita bertemu orang yang tepat
untuk dicintai,

Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
Itulah
 Kesempatan

Ketika engkau bertemu dengan
seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan itu
 Kesempatan.

 

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah
pilihan..
 
Itupun adalah
 Kesempatan.

 

Bila engkau memutuskan untuk
mencintai orang tersebut
 
bahkan dengan segala kekurangannya,
 
Itu bukan kesempatan, itu adalah
 Pilihan

 

Ketika engkau memilih bersama dengan 
seseorang walaupun apapun yang terjadi
 
Itu adalah
 Pilihan

 

Bahkan ketika kau menyadari, bahwa
masih banyak orang lain
 
yang lebih menarik, pandai, dan kaya daripada pasanganmu
 
Tetap engkau memilih untuk mencintainya, Itulah
 Pilihan

 

Perasaan cinta, simpatik, tertarik
datang bagai kesempatan pada kita..
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah
 Pilihan. 

Pilihan
yang kita lakukan.

 

Berbicara tentang pasangan jiwa, ada
suatu kutipan dari film
 
Yang mungkin sangat tepat :
 

Nasib membawa kita bersama.


Tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil

 

Pasangan jiwa benar-benar ada dan
memang ada…
ya, seseorang yang diciptakan-Nya hanya untukmu…

 

Tetapi tetap berpulang padamu untuk
melakukan pilihan apakah engkau ingin untuk melakukan sesuatu untuk
mendapatkannya
 
atau tidak?…

 

Kita mungkin kebetulan bertemu
pasangan jiwa kita, tetapi tetap mencintai dan tetap bersama dengan pasangan
jiwa kita tersebut.

 

Itu adalah Pilihan yang harus kita tetapkan dan lakukan.

 

Kita ada di dunia bukan untuk mencari
seseorang yang sempurna untuk dicintai
 TETAPI untuk
belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan
cara yang sempurna.

 

Confession Part 3

September 2nd, 2006


Ketika kita berpisah begitu banyak air mata jatuh dipipi kita
Ketika kita berpisah begitu banyak mimpi hilang di depan mata
Ketika kita berpisah apakah karena cinta itu telah membeku?
Ketika kita berpisah apakah sakit itu kan tetap ada?
Ketika semua benar berakhir tak akan ada lagi Kamu dan Aku
dan aku kelu…


Kini akhirnya ku menemukan benih baru
Dia yang mendengarkan ceritaku
Dia yang memberikan bahunya untukku
Dia yang melihatku menangis untukmu
Dia yang tertawa mendengar leluconku
Dia yang memberikan kritikan untukku
dan akhirnya aku jatuh dan membuka hatiku


Jangan pernah menyalahkannya
karena aku telah memilihnya
Jangan pernah membencinya
karena aku membukakan pintu untuknya
Jangan pernah marah
ketika aku mulai menjalani mimpi bersamanya

diambil dari blog-nya Bunda Inong, selamat jalan ya Bunda!!! semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT

September 1st, 2006

   


    Anjeun nu
ngayun ngambing sukma kuring
    tina pucuk kana pucuk lambak mangsa
    gumalindeung tembang anjeun
    mirig kulisik balebat di sagara hirup kuring
    imut anjeun,
    i m u t anjeun marengan balebat mangkak
   


    Anging anjeun nu
marengan lengkah kuring di basisir,
    natah karep na kikisik
    memeh jengkar balayar muru suku-suku langit
    mulung kerang warna-warni di taman laut nu urang,   
    niir sakur mutiara
    tuluy anjeun nyampaykeun ranggeuyan asih dina ati
    nu keur sumedang haleungheum


    Dina mangsa panonpoe manceran  jeroning jantung,
    anjeun ngasongkeun pangwelah

    t u l u y nuduhkeun parahu
   
   
    Kleung, angkleung!
    kuring ngangkleung

    Tina pucuk kana pucuk lambak mangsa
   

 

    Engkau yang mengayun ambing perasaanku
    dari ujung ke ujung ombak waktu
    mengalir lagumu
    meningkahi geliat lembayung di lautan hidupku
    senyummu,……..
    senyummu yang menemani lembayung tak selesai
   
    Hanya engkau yang menemani langkahku di pantai
    memahatkan keinginan pada pasir
    sebelum pergi berlayar memburu kaki langit
    memunguti kerang warna-warni pada taman laut milik kita
    menguntai semua mutiara
    lalu kau sampirkan untaian sayang pada hati
    yang sedang gundah gulana
   
    Saat matahari bersinar dalam hati
    kau memberi dayung
    sambil menunjukan perahu
   

    Kleung, angkleung!


    aku mengalir
    dari ujung ke ujung ombak waktu


puisi asli : Marry Jane by Gody Suwarna