Kesempatan dan Pilihan
Ketika kita bertemu orang yang tepat
untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
Itulah Kesempatan
Ketika engkau bertemu dengan
seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan itu Kesempatan.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah
pilihan..
Itupun adalah Kesempatan.
Bila engkau memutuskan untuk
mencintai orang tersebut
bahkan dengan segala kekurangannya,
Itu bukan kesempatan, itu adalah Pilihan
Ketika engkau memilih bersama dengan
seseorang walaupun apapun yang terjadi
Itu adalah Pilihan
Bahkan ketika kau menyadari, bahwa
masih banyak orang lain
yang lebih menarik, pandai, dan kaya daripada pasanganmu
Tetap engkau memilih untuk mencintainya, Itulah Pilihan
Perasaan cinta, simpatik, tertarik
datang bagai kesempatan pada kita..
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah Pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.
Berbicara tentang pasangan jiwa, ada
suatu kutipan dari film
Yang mungkin sangat tepat :
Nasib membawa kita bersama.
Tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil
Pasangan jiwa benar-benar ada dan
memang ada…
ya, seseorang yang diciptakan-Nya hanya untukmu…
Tetapi tetap berpulang padamu untuk
melakukan pilihan apakah engkau ingin untuk melakukan sesuatu untuk
mendapatkannya
atau tidak?…
Kita mungkin kebetulan bertemu
pasangan jiwa kita, tetapi tetap mencintai dan tetap bersama dengan pasangan
jiwa kita tersebut.
Itu adalah Pilihan yang harus kita tetapkan dan lakukan.
Kita ada di dunia bukan untuk mencari
seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk
belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan
cara yang sempurna.
Current Affairs | Comments (4)
Confession Part 3
Ketika kita berpisah begitu banyak air mata jatuh dipipi kita
Ketika kita berpisah begitu banyak mimpi hilang di depan mata
Ketika kita berpisah apakah karena cinta itu telah membeku?
Ketika kita berpisah apakah sakit itu kan tetap ada?
Ketika semua benar berakhir tak akan ada lagi Kamu dan Aku
dan aku kelu…
Kini akhirnya ku menemukan benih baru
Dia yang mendengarkan ceritaku
Dia yang memberikan bahunya untukku
Dia yang melihatku menangis untukmu
Dia yang tertawa mendengar leluconku
Dia yang memberikan kritikan untukku
dan akhirnya aku jatuh dan membuka hatiku
Jangan pernah menyalahkannya
karena aku telah memilihnya
Jangan pernah membencinya
karena aku membukakan pintu untuknya
Jangan pernah marah
ketika aku mulai menjalani mimpi bersamanya
diambil dari blog-nya Bunda Inong, selamat jalan ya Bunda!!! semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT
Anjeun nu
ngayun ngambing sukma kuring
tina pucuk kana pucuk lambak mangsa
gumalindeung tembang anjeun
mirig kulisik balebat di sagara hirup kuring
imut anjeun,
i m u t anjeun marengan balebat mangkak
Anging anjeun nu
marengan lengkah kuring di basisir,
natah karep na kikisik
memeh jengkar balayar muru suku-suku langit
mulung kerang warna-warni di taman laut nu urang,
niir sakur mutiara
tuluy anjeun nyampaykeun ranggeuyan asih dina ati
nu keur sumedang haleungheum
Dina mangsa panonpoe manceran jeroning jantung,
anjeun ngasongkeun pangwelah
t u l u y nuduhkeun parahu
Kleung, angkleung!
kuring ngangkleung
Tina pucuk kana pucuk lambak mangsa
Engkau yang mengayun ambing perasaanku
dari ujung ke ujung ombak waktu
mengalir lagumu
meningkahi geliat lembayung di lautan hidupku
senyummu,……..
senyummu yang menemani lembayung tak selesai
Hanya engkau yang menemani langkahku di pantai
memahatkan keinginan pada pasir
sebelum pergi berlayar memburu kaki langit
memunguti kerang warna-warni pada taman laut milik kita
menguntai semua mutiara
lalu kau sampirkan untaian sayang pada hati
yang sedang gundah gulana
Saat matahari bersinar dalam hati
kau memberi dayung
sambil menunjukan perahu
Kleung, angkleung!
aku mengalir
dari ujung ke ujung ombak waktu
puisi asli : Marry Jane by Gody Suwarna
poetry | Comment (0)